on 20 November 2006
It was such a shock..

Kenapa ya.. hari Natal penuh sukacita sudah mau menjelang, beberapa dari temanku harus berdukacita karena kehilangan salah seorang ortunya. Belum hilang dari ingatan, sebulan yang lalu aku didatangi dengan berita dukacita dari Medan. Berita dukacita atas kepergian ibunda tercinta dari teman dan ex-rekan sekerjaku, Ery. Dan sekarang sudah ada lagi salah seorang dari temanku yang kehilangan seorang bapak yang dicintainya.

Aku pribadi dari Celebes turut berbelasungkawa yg teramat dalam atas berpulangnya ayahanda tercinta dari temanku, Hendra. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan ketabahan. Tiada madah penyejuk kecuali doa ku panjatkan.

I, too, have lost a father, I know how you feel, and I'm so sorry for your loss. Believe me, he's in a better place.

Buat kita sekalian, mari kita berdoa buat orangtua dan anggota keluarga kita agar selalu diberikan kesehatan dari TYME.
God bless us.
on 17 November 2006
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam wita. Aku masih di depan senjata kehidupanku - notebook dan sedang asik bergelut dengan pekerjaan rutinku, membuat report. Report untuk dua aplikasi yang sedang running sekaligus. Belakangan aku gk pernah lagi romusha (bukan mo cari-cari romusha yak). But, what can i say.. hari ini loadku tinggi. Jadinya ya.. romusha pun tak terelakkan lagi. Bukan hanya aku sih, tapi teman-teman yang lain juga begitu. Pekerjaan untuk besok harus dilahap hari ini karena besok adik teman sekerjaku, Misma, menikah. Tempatnya cukup jauh sehingga besok semua harus off. Mulai dari pagi bok pestanya..

Can you imagine.. kalo kami nanti pulang pagi, bakalan seperti apa raut muka kami menghadiri wedding tersebut. Pucat, kusut, lesu, dan tak berdaya. Bak mesin yang hampir kehabisan baterai. Hehehe.. kenapa sekalian gk bilang kayak mayat hidup aj..

(Updated) Keesokan harinya..

Waktu keberangkatan diundur sejam, jadi bisa rehat dulu. Yang parahnya.. kami hampir saja kesasar menuju tempat acara. Alamat dan petanya ada di kartu undangan, dan itu pun tak dibawa. Walah.. jadinya buta deh. Mana hujan deras bgt lagi di tengah hutan. "Mana nih Misma.. hp-nya gk aktif", ada orang yang hampir panik. Semua pada nebak-nebak jalan. Untung Misma langsung telepon pake no lain dan beri tanda-tanda. "Kalau jumpa pasar tradisional, belok kiri. Nanti jalan aj terus sampai mentok.. nanti belok kiri lagi" Tapi masih gk pede aja jalan di tengah kesunyian kampung. Terpaksa Misma langsung jemput. Huhh.. kalo gk, tadi bisa sampe ke daerah antah berantah.

Selama perjalanan, banyak tempat-tempat bagus. Kebetulan tempat kondangannya berada di dekat danau Towutti. The biggest after lake Toba. Nah, pas pulang semua udh pada siap-siap mau foto bareng soalnya ada pemandangan indah. Tapi ndak jadi..hehehe. Ada orang yang mo numpang ke soroako. Jadi gk enak aj feelingnya. Inikan antara kita, guys.. so No
Outsider!

Honesly.. menurut aku sih tak ada yg seindah danau Toba. Hmn.. mungkin karena mereka belum liat aj. I think so..
on 15 November 2006
Guys, pernah dengar lagu Sampai Menutup Mata by Acha Septiasa yg di OST-nya "My Heart"? Coba dengar lagunya trus bayangin perasaan itu kamu tujukan kepada ibu kamu yang ada di kampung halaman. Atau jika ibu mu sudah tiada, anggap saja sama bapak kamu atau keduanya atau kepada siapa saja yang kamu cintai. Ini aku dengar seolah-olah aku membayangkan ibuku. Karena memang dialah ortuku yang masih hidup bersamaku sekarang.

Ini liriknya. Kalo blm punya lagunya, klik disini untuk mendownload mp3nya.


Embun dipagi buta
Menebarkan bau basah
Detik demi detik kuhitung
Inikah saat kupergi

Oh Tuhan kucinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan kusakiti dia
Hukum aku bila terjadi

Aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku kucinta
Aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta

Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau
Tiada dusta…
Sumpah kucinta sampai kumenutup mata


Nah, sambil mendengar lagu karangan mbak Melly ini, sambil bayangkan ibu kamu atw org yg kamu sayangi. Kalo udh dengar lagunya..aku yakin, jika kamu memang mencintainya, kamu pasti tersentuh. Melly emang jagonya sih..
Have a nice listening, guys..
on 13 November 2006
Siapa bilang kalau memilih teman itu gampang. Apalagi untuk memilih teman sejati (True friend). Jauh lebih sulit daripada mencari lawan. Teman sejati biasanya hanya satu dua orang. Kalau sudah banyak itu berarti teman biasa bukan teman sejati. Banyak hal yang sudah kupelajari dari keduanya itu. Sebenarnya apa sih gunanya teman? Dan apa bedanya dengan teman sejati?

For me, friend is network. Semakin banyak teman, maka semakin banyaklah koneksi kita. Teman biasa hanya bisa have fun dan tertawa sama-sama. Dibelakang.. who knows? Jangan harap jika teman biasa bisa merasakan kepiluan kita. Tapi, teman sejati fungsinya beda. Aku mempunyai seorang teman SD yang kujadikan teman sejati. Selain bisa tertawa, dia bisa memberikan solusi dan nasihat. Dia juga berotoritas dalam pemberian pendapat dan idea. Perbedaan pendapat memang sesuatu yang menjadi masalah dalam pertemanan kami. Tapi dengan adanya itu, fondasi persahabatan semakin kokoh. Percaya deh..


Untuk mencari teman sejati diperlukan waktu serta effort yang tidak sedikit. Seleksinya sangat ketat. Mulai dari persamaan karakter, kejujuran, keterbukaan, saling membantu, saling menjaga, pokoknya saling deh.., sampai ke latarbelakang keluarganya. Karena suatu saat kamu akan merasa begitu dekat dengan keluarganya. Sampai no HP ortu dan saudaranya ada di phone book kamu. Sedangkan untuk mencari teman biasa, tidak seselektif itu. Cuma butuh saying hello dan namanya saja. Instant, bukan? Oleh sebab itu, teman biasa cepat didapat, cepat pula lepasnya. Karena apa.. satu hal yang sering terjadi.. kesalahpahaman.


Jangan pernah memanfaatkan teman untuk mencari keuntungan pribadi. Sebaliknya, cari tau apakah kamu sedang dimanfaatkan oleh orang disekitar mu. Apakah kamu seringkali terlibat dalam masalah yang semestinya kamu tidak terlibat. Mungkin kamu berutang budi atau beranggapan dia itu sebagai problem solver atau dia yang membuat kamu bisa jadi "begini". Mungkin kamu mau dianggap baik atau biar banyak orang berkata "Ah, kamu kan baik", memang batas antara seorang yang "baik" dan "bodoh" nampaknya cukup tipis.


Apalagi kalau soal curhat untuk hal-hal yang privacy. JANGAN pernah katakan rahasia pada teman biasa kalau tidak mau terima resikonya. Kelak kalau dia tidak senang, pasti mulai menjelek-jelekkan atau membongkar isi curhat kamu. Itu sangat fatal effectnya. Untuk itu, pilihlah satu teman sejati diantara begitu banyak teman biasa mu. Dia pasti akan sangat banyak membantu.

Ingat! Dalam seribu teman belum tentu wujud seorang sahabat, karena PERSAHABATAN itu memerlukan kejujuran yang merupakan kebahagiaan dalam kehidupan.

Have you choose one? Jangan sampai salah pilih, ya.

Well, this is the base question from the part of our life. Terkadang, tanpa sadar kita sudah merasa sirik/dengki to someone else. Aku pernah mengalaminya dan kurasa semua orang di muka bumi ini juga pernah. So, on this chapter.. aku mau mencoba mengekspresikan tulisan tentang mengapa sifat sirik itu bisa terjadi. Check this out!

Berdasarkan apa yang pernah ku alami, rasa sirik datang hanya karena orang lain (yg se-level) lebih hebat dari kita. Keberuntungan yang mereka dapat, tidak seperti apa yang kita dapat. Sirik itu wajar dan alami karena kita melihat sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan. Menurut opiniku sendiri, Alasan utama kenapa orang bisa sirik adalah karena apa yang dilihatnya tidak ada pada dirinya. Makanya, orang-orang sering bilang.. sirik adalah tanda tak mampu. Apa benar, ya? Mungkin perlu juga dikonsultasikan sama psikiater.

Sirik sebenarnya bisa digunakan sebagai motifator untuk hidup lebih baik selama kita positive thinking. Tapi tidak jarang orang yang sirik malah merugikan dirinya sendiri. Contoh sederhana.. kita sirik melihat kenapa seseorang bisa tiba-tiba kaya. Orang bijak yang sirik pasti akan lebih semangat dan bekerja keras supaya dia bisa lebih dari itu. Sementara orang bodoh yang sirik akan beranggapan kalau dia bisa kaya karena KKN, menjilat, menyogok, merampok, menantu direktur, berdukun, dan sebagainya. Ironisnya, apa yang bisa mereka lakukan hanyalah menghabiskan waktu dengan bergunjing ria, menjelek-jelekkan/memutarbalikkan fakta, dan merencanakan sesuatu yang kotor. Ini adalah awal dari sebuah kehancuran.

Pertanyaan standard yang harus kita miliki adalah: kenapa saya gak bisa seperti itu ya. Gak punya keahlian. Gak punya kelebihan dibidang tertentu. Semuanya serba rata-rata air alias pas-pasan. Akhirnya ya beginilah. Kamu akan terpaksa melakoni pekerjaan yang sangat tidak disenangi. Tidak berani mengundurkan diri karena khawatir susahnya mencari pekerjaan. Kemampuan standar aja kok sok milih-milih.

Sirik sangat berbeda dengan jealous (cemburu/iri hati). Walau sebagian kecil orang menganggapnya tidak jauh beda. In my opinion, jealous biasanya berkenaan dengan perasaan/hati nurani seseorang dan bisa terjadi kepada orang yang bukan se-level. Akh.. ndak taulah. Itukan pandanganku saja. How about u guys? Dua-duanya pernah? That's normal.

Jadilah orang bijak itu.
on 10 November 2006
Aku barusan selesai meeting. Tapi terlambat. Hehehe. Abis aku lupa ubah setting time di emailku jadi GMT+8. Semua schedule jadi mundur satu jam. Untungnya Pak Simion telp. Meetingpun didelay sampai 45 menit. Kalau saja dia gk lobi aku, hari ini presentasiku bisa gagal ginjal :) dan aku dapat SP dari Jatis. Ow..ow..Jangan sempat dah!

Kali ini leadku, Calvin, gk ada. Dia baru datang Senin. Sebagai pengganti, aku ditemani oleh big boss, Yohan. Awalnya sih.. Yohan gk PD coz dia itu Datawarehouse Lead. Dia sama sekali ndak tau tentang business flownya aplikasi DotNetku itu gmn. "Yah sudahlah, gw cuma nemani aja", kata Yohan waktu dapat telp dari Toto, seorang senior ERP di Inco. But, he was helpful at the end loh..

Saat presentasi. Kenalkan.. ini sederetan userku pada salah satu system yg ku bangun. Hitung ada berapa coba?

Meeting pun berlangsung. Seperti biasa aku melakukan bakuhantam karena dikeroyok oleh orang-orang yang nantinya akan memakai sistem ini. Hehehe...hiperbola bgt. Soalnya participantnya ada hampir 15 orang. Welehh.. kok pada keluar kandang semua sih.. Pasti ini orang lagi gk mau kerja. Kan enak meeting ada snacknya. Dasar!

Satu per satu melayangkan commentnya tentang aplikasi yang sudah ku buat. Dan pada dasarnya semua mempunyai keluhan yang sama, yaitu "kadang-kadang". Mereka bilang kadang-kadang application timeout, kadang-kadang server busy, kadang-kadang server not reached, kadang-kadang ndak bisa buka form, kadang-kadang report not show. Hmm.. ada virus Kadang-kadang nih yang menyerang aplikasiku. Hehehe.. Dengan santai aku meyakinkan mereka.. "Pak, bu, itu bukan masalah di aplikasi ini, it's about the server. Mungkin loadnya sudah maximum. Nanti saya tanyakan sama orang yg menangani itu". Barulah tenang akhirnya. Walau habis itu, aku membedah lagi aplikasinya. Just make sure, siapa tau ada connection yg gk ditutup.

But, it just a few seconds. Tiba-tiba dari pojok kanan terdengar suara, "Pak, bisa ditambah fungsi ini gk?", seraya menerangkan fungsi yg diinginkannya. Duhh..knp sih ini org baru minta sekarang. Kan aku harus otak-atik sana-sini lagi. Langsung kujawab.. "Pak, sekarang ini Support Phase. Tidak ada lagi additional request. Project ini sudah closed". Aman deh..

Waktu itu, Yohan banyak membantu juga. Dia menerangkan kenapa "kadang-kadang" itu bisa sampai terjadi.
Thank's ya, Han.. lu memang jagoan database.
on 06 November 2006
Dua jam yang lalu aku menginjakkan kakiku ke tanah merah, Soroako. Back to real life again. Sudah dua minggu yang lalu aku liburan di Jakarta. Menikmati puasnya sauna gratis. Ndak tahan aku. Ndak pagi, siang, malam, sauna..na..na. Bisa dibayangkan air mineral habis segalon tidak kurang dari 3 hari. Tidak jarang ditanganku terlepas sebuah kipas buatan dari kertas. Jangan katakan aku bisa tidur dibawah jam 11 malam. Malah kadang-kadang aku bisa terbangun dini hari mencari angin sampai ke tingkat atas kosanku. Sama halnya pas tidur siang, springbed basah karna keringat. Bagaimana mo tidur? Duhh.. Pokoknya jam tidurku sudah tidak normal lagi akhir-akhir ini.

Sekarang, trauma itu sudah hilang. Walau disini panas, aku merasa better daripada di Jakarta. Karena aku tinggal di hotel. Tidak seperti di Jakarta yang tinggal di kamar seluas 3x4 tanpa AC. Kembali ke Jakarta memang sudah kewajiban. Bcoz I'm living there. Tapi saat ini ditunda dulu. Mungkin setelah aku menetap di Jakarta (on December maybe..), aku akan mencari solusi biar kamarku tidak berubah fungsi menjadi tempat sauna. Bakalan keluar duit lagi nih. Hmn.. Nervermind lah, for my goodness.

Disini, aku mau membuat diriku bosan menikmati indahnya alam dan pegunungan.