on 25 March 2008
Indonesian Idol masih mencatatkan dirinya sebagai market leader untuk urusan popularity contest. Kontestannya mencapai lebih dari 15 ribu orang. Setiap kali acara tersebut digelar, ratingnya menembus angka 9. RCTI pun mendapatkan pendapatan sampai Rp 2,4 miliar per episode—-belum pendapatan lain-lain. Sudah empat musim Indonesian Idol digelar sejak tahun 2004 dan saat ini mereka tengah melakukan audisi untuk season kelima.

Anda tertarik?

Saya baru saja menyimak presentasi paper yang dilakukan oleh Lionel Page dan Katie Page di University of Westminster beberapa waktu lalu. Mereka menyatakan bahwa Anda bisa memenangkan kontes-kontes popularitas semacam itu dengan cara sederhana: try to be one of the last to sing. Kok bisa?

Dalam papernya, Lionel Page dan Katie Page meneliti adanya bias dalam penilaian kinerja secara berurutan (sequential performance evaluation). Mereka mengambil data dari sejumlah kontestan Idol di delapan negara, meliputi Amerika, Australia, Belanda, Brazil, India, Inggris, Jerman, serta Kanada. Dalam penelitiannya, mereka meneliti lebih dari 1.500 kontestan dan 165 show.

Ada dua hal pokok yang mereka garis bawahi. Pertama, tentang memory dan direct comparison. Mereka menemukan bahwa kontestan yang tampil pertama akan mendapatkan penilaian yang penuh daripada kontestan sesudahnya. Akibatnya, kontestan-kontestan berikutnya mendapatkan “keuntungan” dari apa yang mereka sebut sebagai recency effect.

Poin kedua, ada kecenderungan penilaian terhadap seorang kontestan dipengaruhi oleh penilaian terhadap kontestan sebelumnya. Mereka menyebut fenomena ini sebagai assimilation effect. Kalau kontestan sebelum Anda bermain buruk, Anda akan dinilai lebih buruk daripada apabila kontestan yang tampil sebelum Anda bermain dengan sangat baik. Oleh karenanya, usahakan untuk tampil terakhir dan berdoalah agar kontestan sebelum Anda bermain dengan baik.

Di akhir pembahasannya, Lionel Page dan Katie Page menyatakan bahwa dua efek tersebut memegang peranan penting dalam evaluasi kinerja berurutan seperti yang terjadi dalam kontes popularitas. Namun, konsep tersebut juga bisa diterapkan misalnya ketika Anda menghadapi wawancara kerja atau melakukan pitching kepada klien. Bila memungkinkan, usahakan untuk mengulur waktu atau mencari slot terakhir.

Tertarik mencoba?
on 19 June 2007

Few days ago, I spend my whole time (not at all exactly) in front my pc at office. Till holiday comes, my tasks did't work out so I decide to solve it alone. Two projects running up at the same time, and I'm assigned for both projects that's handled Reporting Service. What I felt was, whatever clients want me to display kinds of report in kinds of calculations, I must ready physical and spiritually to provide it.

One day, two report balances mismatch with the original. First time, I thought it was not significant, only 0.01 difference. But this is a Bank which is money is the core business. $ 0.01 is very significant. They didn't accept for the mistaken. During 3 days tracking till I got stop and quite sure for my research. Okay, let me know how you calculate the monetary value for the given report? I asked them to make sure my formula is not just accurate but precise. We count it 1 by 1. The problem found, they calculate it manually in excel which the result is not rounded, besides I calculate it auto in report which is rounded. And Finally Solved!

So you guys, if you are in stressful situation, don't be afraid feeling that way, cuz road will make you understand.

on 19 May 2007
This is my 1st post after disconnected from the net. Huakkkkk...!!! Pingin jerit rasanya. Working in a bank client is sucks. If you are an IT people, you must know how much effort you'll spend to develop the application. Ribett banget, gk boleh salah itung sampe koma-komanya juga harus pas! Validasi sana-sini. Debugging and solving problems are mostly disturbing my life.

Most of all, the problem is NO INTERNET. We are working in a close loop network. My brain is filled by an old fashion news. No updates at all, my email full of thousand messages, blogging was stop, my friend is missing one of his/her online friend, etc. Onces I check my email, what!! Gk bisa baca satu per satu, gk sempatt. Ini aj minjem network tetangga. He3..

The worse thing is, aku gk bisa upload tugas-tugas kuliahku. Check the forum, give some comments. Huuhh.. No more in banks clienttt! But, the environment is still fun. Even deadline is hunting us, gk pernah tuh ada rasa gundah gulana sedikit pun. Kan tiap hari pulang jam 5, dengan alasan "mo kuliah, pak". Dengan penuh PD dan langkah pasti meninggalkan ruangan yang sudah berapi-api dengan kata-kata, "Bye guys.." :)

Okay, that's it. Just telling you that I'm Alive by now. Udah siang neh, taking luch is more important than this. "Bye guys.."
on 19 April 2007
Well, this is the time. I have to move on. Today is my last day working in JSX because I am finishing up the website's module which was one of my big project. It's hard to say goodbye after more than 4 months, but what can I say, joining and leaving project are part of my job. But it has been a great day at JSX and I have had a fantastic time working here.

Mr Agus, Mr Welly, Alex, Tomi, Imelda, and Wiwin.. we have passed it all and you are a great team. Calvin, Chairil, Aryo.. thank's for your effort contributions.
And proudly introduce my next team, Mr Dwi, Jimmy, Iing, and Stephanney. I see the bright future on you, guys..

I will have a new one that is BII for next week on Monday. I just wish it wont disturb my unilife. Thank's to you all, I have learned a lot and I am proud to have been part of the team.
Thank's for the experiences, sayonara!
on 12 April 2007
Kemarin aku dapat kabar dari rekan-rekan di Soroako, mereka bilang pasar yang di depan Hotel Transisco itu sudah ludes terbakar. "Ha!" Sempat kaget juga sih, karena kurang lebih setahun aku tinggal di depan pasar almarhum itu. Dan hampir setiap Sabtu aku mencicipi Coto yang paling dikenal di pasar itu. Mbak Misma dan yang lain bilang, kejadian itu berlangsung pada hari Senin (09) pada jam lima sore. "Kok?"

Ia, aku heran aj, kok
api bisa merebak ketika orang lagi ramai-ramainya? Karna biasanya kebakaran kan berlangsung ketika semua sedang terlelap dan api pun mulai merajalela. Sungguh sangat disayangkan, secara pasar tersebut merupakan satu-satunya pasar tradisional di Soroako. Hingga saat ini belum diketahui penyebab dari musibah kebakaran tersebut.

on 09 April 2007
(Sebagian diambil dari buku SELAMAT PASKAH, Pengarang: Pdt. Dr. Andar Ismail)

Kalau kamu berjumpa dengan kawan sesama iman pada hari Paskah, apa salammu kepadanya? Hanya tersenyum doang? Ah, yang betul aja! Masa kamu tidak mengucapkan apa-apa? Tetapi, memang sebagian orang hanya diam. Kadang-kadang orang merasa ragu mengucapkan salam Paskah. "Harus berkata apa?"


Pada suasana Natal, semua orang ingin saling bertemu untuk bersalaman dan mengucapkan selamat. Sedangkan pada Paskah, suasananyapun tidak terasa. Bagaimana kita mau mengucapkan selamat?

Untunglah di banyak gereja, orang sudah biasa saling mengucapkan Selamat Hari Paskah. Memang sudah sepatutnya kita mengucapkan selamat pada hari Paskah. Mengapa? Karena Paskah adalah peristiwa yang paling menentukan hidup kita.

Kalau peristiwa Paskah tidak terjadi, apa gunanya kita berdoa, sebab Kristus yang sudah meninggal dunia tidak mungkin mendengar doa kita.

Kalau Kristus tidak dibangkitkan, apa gunanya kita membaca FirmanNya, sebab FirmanNya tidak berlaku.

Kalau Kristus tidak dibangkitkan, Ia hanyalah pahlawan yang sudah gugur. Sehebat-hebatnya pemikiran yang ditinggalkan seorang pahlawan, ia toh tidak bisa memimpin kita di masakini. Padahal yang kita butuhkan adalah Juruselamat dan pemimpin hidup untuk masakini.

Kenyataannya adalah: Kristus bangkit dan hidup! Ia hidup hingga kini. Ia memerintah kita dengan Roh dan FirmanNya. Hari Paskah adalah peristiwa pelantikan Yesus menjadi Tuhan dan Allah, menjadi Juruselamat dan Penebus kita.

Itu berarti, bahwa dengan peristiwa Paskah, kita menerima kepastian pengampunan dosa, kepastian iman dan kepastian hidup. Bukankah itu menggembirakan? Kata Paulus, "Syukur kepada Allah, yang memberikan kepada kita kemenangan oleh Kristus, Tuhan kita" (1 Korintus 15 : 57). Oleh karena itu, bukankah sepatutnya kita saling menyatakan perasaan gembira pada hari Paskah?

Gereja-gereja Ortodoks yang banyak terdapat di Rusia, Yunani dan negara-negara Eropa Timur, mempunyai kebiasaan khas. Mereka mengucapkan, "Kristus Tuhan. Kristus sudah bangkit!" Lalu orang menerima salam itupun menjawab, "Benar, Ia sudah bangkit!"

Ada juga Gereja-gereja Ortodoks yang menggunakan salam itu bukan hanya pada hari Paskah, melainkan setiap hari Minggu, bahkan setiap pagi. Kalau pagi-pagi berjumpa, mereka mengatakan, "Christ the Lord. Christ is risen!" Dan kita diharapkan segera menjawab "He is risen indeed!"

Bukankah salam itu mengandung inti yang paling pokok dari iman kita? Mungkin ada baiknya kita mencoba mempopulerkan salam itu sebagai salam Paskah. Aku beri salam padamu, "Kristus Tuhan. Kristus sudah bangkit!" Lalu kamu menjawab, "Benar, Ia sudah bangkit!"

Masih canggung?

Oke, kalo gitu, aku ucapkan salam yang lazim aja padamu, "Selamat Paskah!"

Semoga makin hari kita makin dapat mensyukuri hidup yang telah dianugrahkan Tuhan buat kita. Amen.
on 02 April 2007
Hari ini kita mulai memasuki hari pertama dari bulan April 2007. Hayoo.. Kegiatan apa saja yang paling kamu ingat pada bulan April? Jika kamu adalah benar orang kristiani, kamu pasti ingat dengan yang namanya berpuasa, ziarah, telur paskah, dan perayaan Paskah. Semua kegiatan itu memberi kepuasan tersendiri, bukan? Bagaimana pula dengan cerita berjuta-juta orang yang akan merayakan ultahnya di bulan April ini?


Nah, pada bulan April ini juga, Jika Tuhan menghendaki, usiaku akan bertambah satu pula. Kali ini beda, harus beda! I wish to celebrate it in Bali, paradise of Indonesia. Aku sudah merencanakan ini sejak dulu sekali, ketika aku hanya bisa berangan-angan dan bermimpi, "Kapan ya aku bisa merayakan ultah di tempat dimana orang sangat mengidam-idamkannya, ketika aku sudah matang secara finansial?". Mugkin jawaban atas rasa gundah itu ada di ultah yg ke-23 ini. Tiket dan akomodasi lainnya sudah kupesan sebulan yang lalu. Aku berharap saja langkah pertamaku ini tidak terbentur dengan UTS nanti.

Not because I've never been to Bali, I have! When I went there for the 1st time, semuanya itu dibiayai oleh perusahaan. Tidak ada kesan yang berlebihan waktu itu. Only stepping my foot for some hours in the land of Pulau Dewata.

I'm not alone enjoying my birthday in Bali soon, but someone is with me. Walau pergi sama Lady, tujuanku ke Bali bukan seperti biasanya orang-orang ke Bali, ber-honey moon ria. Bukan! Bukan! This is just how I make my dream become true. Mengajak orang lain bersama menikmati wujud dari impianku.