on 19 May 2009
Untuk kedua kalinya ku bersama Lady tour ke Bali. Ya..Bali lagi, Bali lagi.. Thema tour kali ini adalah "Enjoying Bali with a brand new age!". Kami merayakan ultah Lady di Bali, yg jatuh pada tanggal 16 May. Tour ini sudah lama direncanakan karena giliran ultahnya tahun ini harus dirayakan di Bali karna tahun lalu di Bandung. Kalau giliranku dua tahun yg lalu sudah mengambil tempat di Bali. Jadi setiap ultah biasanya kami merayakannya dgn tour yg mengasikkan. Kami tour di Bali selama 3 hari, sedari Jumat (15) hingga Minggu (17).

Berangkat dari Jakarta pukul 6.30 wib dan tiba di Denpasar pukul 9 wita. Bergegas menuju bilangan Poppies II, tempat hotel2 ekonomis, untuk mulai mencari tempat penginapan yg bagus. Tidak perlu terlalu mewah asal bersih dan standar karena hanya digunakan sbg tempat istirahat saja. Setelah hunting beberapa hotel yg ada pada list, kami menemukan penginapan yg cukup murah seharga Rp.100K per malam. Jauh lebih murah dibandingkan dua tahun yg lalu yg mencapai harga $40 semalam (Ya jelas aja hotel berbintang di pesisir Kuta pulak). Ambil 2 kamar untuk 2 malam dan langsung sewa motor seharga Rp.50K sehari.

Rute perjalanan kami ada dibawah. Siapa tau saja ada yg mau mencoba dgn rute tour tsb. Saran saya, kalau jalan2 di Bali sebaiknya menggunakan sepeda motor, lebih asik dan cepat trus gak ribet kalau nanyak2 arah. Karna untuk bertanya pd penduduk disana sebaiknya harus turun dari kendaraan, matikan mesin, dan bertanyalah dgn sopan. Kalau gak, ya bisa dicuekin atau diberi arah yg salah. Kalau jumlahnya sudah lebih dari 6 org ya mending sewa mobil aj dan klw bisa sih ada yg bisa nyetir biar gk terlalu mahal.

Tour Day I:
1. Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (GWK), Ungasan.
Di Taman Budaya GWK terdapat patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yg sedang menunggangi burung garuda. Patung ini dalam tahap pembangunan. Saat ini masih Kepada dan badan Dewa Wisnu, tangan, dan kepala burung garuda, yg semuanya masih terpisah. Jika selesai sesuai dgn miniaturnya, maka akan menjulang setinggi 128 m dan merupakan yg tertinggi di dunia untuk kategori Statue. Tempat ini direncanakan sebagai sebuah landmark/maskot Bali. Selain itu juga, terdapat pementasan lain seperti Fire Kecak, Balinese dance, Barong, Joged Bumbung, dll. Terletak di perbukitan kapur yg disulap menjadi sebuah bangunan raksasa dgn arsitektur mengagumkan dgn view yg menawan seperti Pantai Kuta & Jimbaran di kejauhan, Airport Ngurah Rai dan Pelabuhan benoa. 
Berkeliling GWK akan membuat kita takjub. Aku baru menyadari teryata mereka memotong2 bukit menjadi pilar2 raksasa ala bangunan di mesir, tapi tetap dgn style Bali. Memotong2 bukit?? seperti memotong keju aja. Edan! Apapun perjalanannya di Bali, belum lengkap kalau belum ke GWK.

2. Jimbaran
Ditempat ini cuma shoping sun glasses. Abis terik bgt, gak tahan apalagi pake motor kenceng melawan angin..mata bisa nangis2 sampe2 di tujuan. Jimbaran terkenal dgn makanan seafoodnya pada malam hari di pesisir pantai Jimbaran. Pengen nyoba tapi gak sempat karna pulang dari Uluwatu sudah kemalaman. Oia, Kalau mau tanya lokasi "Pantai Dreamland", penduduk disini kurang paham jd sebut saja arah ke Pecatu.

3. Pantai Dreamland, Pecatu.
Pernah dengar pantai ini sebelumnya? Inilah pantai terindah sesungguhnya menurutku di Bali. Pantai pasir putih yg dikelilingi oleh tebing2 yg menjulang tinggi dan dikelilingi batu karang yg besar di sekitar pantai. Dreamland yg terletak di areal Pecatu Graha, tidak begitu ramai wisatawan lokal, banyak diminati oleh para wisatawan mancanegara apalagi yg hendak surfing karna ombaknya yg tinggi. Disini banyak cewe bule yg aneh (atau apa aku yg gak biasa ya?) yg berjemur/renang sambil telanjang dada. Tapi bukan itu intinya, view pantainya yg beda bgt dgn pantai lainnya. Asli keren abis bok.

4. Pura Luhur Uluwatu, Uluwatu.
This is the last stop for today. Daerah yg letaknya dibagian paling selatan pulau Bali (ujung bawah). Pura yg terletak di ujung tebing batu karang yg terjal. Di pura ini monyet2 jahil bebas berkeliaran, yg konon merupakan para pengawal pura. Jadi kalau tidak mau dirampas oleh si monkey, terlebih dahulu simpanlh benda2 seperti kacamata, topi, kupluk, ikat rambut, bandow, dll. Coba liat gambar bagian kiri di bawah, ada sekelompok turis yg sempat terganggu karna topinya diambil sm si monkey. Sebelum memasuki area pura yg dijaga kesuciannya ini, bagi pengunjung yg mengenakan celana/rok pendek, disediakan kain sarung dan selandang untuk dikenakan. Sedangkan untuk mereka yg bercelana/rok panjang cukup diberikan selendang.
Ketika matahari akan terbenam, kami menyempatkan menonton pergelaran tari kecak dan sankin bagusnya, posisi theatrenya di set langsung menghadap ke sunset. Betul2 tempat yg memiliki daya tarik keindahan tersendiri sehingga pantang terlewatkan.

Tour Day II:
1. Kuta
Jika anda menginap di daerah sekitar Kuta, maka pantai Kuta sudah menjadi view sehari2. Pantai tempat bule2 berjemur, surfing, renang, joging, dll. Di daerah ini banyak bule2 berseliweran. Sankin ramenya bule, mungkin anda yg baru pertama kemari merasa tidak seperti berada di indonesia. Ha3, hiper. Tempat ini ramai mungkin karna aksesnya yg dekat dengan airport, hotel2, resto2, dan tempat2 hiburan lainnya seperti waterboom, bungy, tatoo, dll.
Oia, tempat makan di Kuta tidak semuanya mahal. Ada yg murah letaknya di sekitar Poppies II, makanan indonesia cuisine sehingga gak heran kalo pelanggannya are mosly bule2 backpaker.

2. Nusa Dua - Tanjung Benoa
Nusa Dua sendiri adalah tempat hotel2 elit bermuara, dan pantainya biasa2 saja. Sedangkan Tanjung Benoa adalah tempat rekreasi water adventure. Sebelum mencapai tempat ini, banyak calo yg menawarkan paket2 wisata water adventure. Sayangnya kami kurang berminat secara baru2 ini ada turis asing yg kena musibah sampe ninggal.

3. Denpasar
Hari ini janjian sama lae (abang ipar)ku untuk makan siang di Denpasar. Cari2 tempat makan yg bisa buat puas (abis udh laper bgt), akhirnya kita makan seafood di ChiCha di jln Teuku Umar. Kami pesan Gurame goreng asam manis, Udang goreng saus mentega, Cumi goreng telur asin, Ayam goreng saus inggris, dan Capcai goreng seafood. Semuanya porsi besar padahal yg makan cuma 3 org.
Cerita punya cerita, Juli ini laeku dan keluarganya akan hijrah ke Bali karna dia dipindah tugaskan dari Kupang. Muantaplah, jadi lain kali sudah mudah kalo bawa keluarga jalan2 ke Bali.

4. Pura Tanah Lot.
Pura paling indah, yg berdiri diatas batu karang yg dikelilingi oleh air laut. Kalo air pasang, pura ini lebih indah lagi. Kebetulan waktu kami datang kesini, airnya pasang jadi bagus bgt viewnya. Harga2 ditempat ini relatif mahal termasuk cafe2 di puncak dekat pura tanah lot. Jadi kalo mau melihat pura lebih bagus lg dgn view tampak atas, pesanlah sesuatu di cafe tsb. Kami ditemani laeku berwisata ditempat ini. Ini salah satu tempat yg wajib dikunjungi di Bali.

5. Seminyak
Sepulang dari Tanah Lot, sengaja lewat seminyak, tempat butik2 yg wah. Tempat ini kurang ramai, cuma ada beberapa turis asing. Sepanjang jalan Seminyak, berjejer butik2 keren tapi gk ada satupun yg dibeli. Ha3. Shopping window doang! Makasih ya.

Tour Day III:
1. Shopping at Joger
Kalo di Jogja ada kaos Dagadu, maka di Bali ada kaos Joger. Tak lengkap oleh2 Bali tanpa kaos joger, yg penuh dengan design yg kreatif dan kata2 yg kocak. Kami menyinggahi tempat ini sehabis ibadah di gereja GPIB Ngurah Rai. Karna tempatnya cuma 1 (gk punya cabang) dan bukanya dari jm 11-18, jadi suasananya ruame bgt. Kalo mo belanja lebih murah lg disini, usahakn pas masa2 ultah (H-1, H, H+1). Tinggal tunjukkan KTP, dijamin dapat diskon 10%. Kreatif kan jualannya. Nah, karna lady ultahnya kemarin, maka kami juga kebagian diskon. He3. Disekitarnya juga banyak ditemukan oleh2 khas bali seperti kacangm koro, salak, dsb.

2. Pura Taman Ayun, Mengwi.
Dalam bahasa Bali kuno artinya "Kuil di tengah taman yg indah". Pura dengan ciri khas atap Meru (atap bertingkat2), dikelilingi kolam yg menyerupai cicin. Kerajaan Mengwi yg membangun pura ini sekaligus merupakan nama daerahnya. Pura ini termasuk situs warisan budaya yg termasuk di daftar UNESCO loh. Walaupun agak jauh, tapi semuanya terbayarkan setelah melihat keindahan tempat ini. Anehnya, orang2 yg datang kemari pasti berbicara dengan suara berbisik. Apa karna terbawa suasana ya? "Wow.. it's so beautiful" (dgn suara berbisik)

3. Ubud
Sebelum ke Ubud, rencananya mo singgah ke Bedugul melihat danau dan pura disana, tapi karna sepertinya cuacanya tidak mendukung (seperti mau turun hujan), maka kami memutuskan untuk ke Ubud saja sekalian mencicipi babi guling bu Oka, yg terkenal itu. Sesampainya di Ubud, malang sungguh nasib kami, rumah makannya sudah tutup karna habis. Padahal masih sekitar jam 4 sore. Kami hanya mengitar2i Ubud yg penuh dengan hawa yg adem ini. Ada monkey forest, dan banyak kerajinan dan kesenian ditemukan, salah satunya adalah pahatan. Kita beli satu, tapi bukan didaerah ini, muahal.
Inilah perjalanan terakhir dari tour ini. Dari Ubud, perjalanan menuju Kuta ditempuh kurang lebih 1 jam, nyasar sampe melewati pasar seni Sukawati.

Setelah sampe Kuta, sepeda motor pinjaman pun dikembalikan. Kami masih menyempatkan makan malam di Kuta sebelum menuju airport. Jam menunjukkan pukul 8pm. Waktu menanti perbangan malam cukup lama, jadi sempat tidur2an di executive lounge Mandiri sambil menikmati kudapan2 disana. Sampai di Jakarta langsung tidur karna besok masih harus kerja. Tapi masih berasa suasana Bali saja.
on 30 April 2009
Pagi2 sekali kamarku sudah digedor-gedor Bernad. Tok..tok..tok..tok.. "Nieng.. nieng..buka!", Gedoran tangannya menunjukkan sepertinya sesuatu yg mengagetkan sedang terjadi. Tersentak aku langsung bangkit dari tempat tidurku dengan mata yg masih susah terbuka dan membukakan pintu. 
me: "Adapa, Gos?"
him: "Semalam siapa yang terakhir masuk, kau ya? Ada motor yang hilang dibawah!"
me: "Ha, motor hilang? Motor siapa?" Aku gak merasa curiga, karna dulu pernah kejadian seperti ini. Bener2 hilang.
him: "Tenggok aja dibawah!"

Setelah kaki kanan ku baru sekali melangkah, tiba2 terdengar nyanyian "Happy birthday to you.. happy birthday to you..", dari jarak 1 meter. Eh, ada Lady lagi megang tart cokelat dengan lilin yg dinyalakan. Owh.. I feel so honoured. Thank you semuanya for giving me this really wonderful surprise, especially to Lady, yg sudah men-setup ini semua. I am so excited walaupun dengan ekspresi yg masih 'sadar gak sadar' alias masih ngantuk. Perjuangan bangun jam brp buat datang kemari, Lad? Setelah lilinnya dihembus, tartnya langsung dipotong-potong dan dibagikan ke semua temen2 di kosan. Thanks ya buat semuanya..
Kebetulan sekantor dengan Bernad, jadi hari ini kami makan siang bareng di Pho 2000 yg berlokasi di PIM. Makanan ala Vietnam yg trully aneh tapi tempat ini rame bgt. Kami memesan mie kuah seafood (large portion) dan bakwan kentang isi udang. Paduan rasa mie kuah berwarna merah yg asam2 pedas plus sayuran2 yg masih mentah dan seafood yg setengah mateng. Sudahlah, santap saja, sudah diorder dan sudah ada di depan mata.

Malamnya, aku merayakannya bersama Lady dengan makan malam sederhana di SKS (Sate Khas Senayan). Harusnya cita rasanya lebih normal di lidah karna kuliner indo, tapi gak tau kenapa gurame asam manisnya tidak seperti biasanya. Sayur tahu telornya apalagi. Mau nambah order mubajir karna yg ada di meja saja tidak habis. Dari semua menu yg diorder, hanya tahu kipas memiliki rasa yg lumayan. Hemn.. mungkin sebaiknya kalau mau makan2 enak itu tidak pada hari kerja. Hubungannya?

Dengan tak melupakan segala ucapan syukur dan terimakasih atas kejadian hari ini, Thanks God for this day. Tak Terlupakan juga, Thanks to mom, brother and sisters. Thanks for the calls. Semoga doa2nya bisa terkabulkan ya..

Hari ini Tuhan juga masih memberiku harapan baru dan perpanjangan 1 (satu) tahun lagi, dan aku dapat merayakannya dengan sehat jasmani rohani.
Thank you so much God, It's only once a year.
on 10 April 2009
Pemerintah RI menetapkan libur pada pemilu putaran pertama, yg sudah berakhir pada tanggal 9 Apr, kemarin. Sangat disayangkan, aku tidak menggunakan hak suaraku pada pemilu tahun ini alias golput. Apa boleh buat, aku tak terdaftar sebagai pemilih di tempat tinggalku karna KTP ku bukan asli penduduk setempat. Tapi anehnya kok induk semangku sekeluarga gak dapat hak pilih jg ya, padahal mereka kan punya KTP setempat. Aneh! Bukan cuma aku dan mereka, teman2 dan pendatang2 lainnya juga. Golput membludak apalagi disupport dengan long weekend yg luar biasa panjangnya. Kalau bicara soal merombak sistem pemilu agar online, ini sudah menjadi masalah klasik, bagitu banyak kendala dimana-mana. Ya..hasilnya seperti ini, suara masyarakat terbuang begitu saja. Padahal sudah punya calon yg akan dicentang (bukan dicontreng, red).

Ngomong2 soal contreng-mencontreng, aku agak aneh dengan istilah ini. Pemerintah dapat istilah baru dari mana ya, setelah istilah "coblos"? Setauku, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak ditemukan kata dasar "contreng". Yang ada justru "conteng", "coreng", atau skalian pake "centang" saja biar lebih familiar. Istilah "centang" ini sudah dipakai sejak aku SD. Biasanya untuk memberi tanda koreksi atau tanda "benar" atau yg lebih menyerupai huruf V. Kenapa malah contreng yg dipakai? Sekali lagi keanehan. Smoga 5 tahun mendatang istilah ini tidak dipakai lagi atau KBBI mendapat satu tambahan kata dasar baru.

Libur pemilu sepi, hiruk pikuk tidak seperti libur biasanya. Beberapa mall dan tempat2 hiburan tutup, ada yang buka tapi 1/2 hari mulai siang. Beli dvd secukupnya (kebetulan baru beli HTS..he3), incase long weekend ini gak kemana-mana. Dan emang bener I'm not going anywhere, asli!

Sejalan dengan berlalunya pemilu, langsung disambut dengan libur pra paskah. Seperti tahun2 sebelumnya, kalau libur yg ini memang tidak ada jadwal kemana2. Sibuk ke gereja 2x dalam sehari, pagi dan sore. Abis itu harus merencanakan jadwal mencuci kain dan nyetrika karna sang pembokat lagi pulkam. Oh..what a great ya! Betul2 mengesankan.

Tak ada rencana mau ngisi liburan kemana pun. All I do is nonton dvd di kamar. So this is you called "a very busy weekend"? I don't think so. But this is a worse one.

Anyway, Happy Easter everyone!
on 31 March 2009
Cerita ini berawal dari dua hari yg lalu dapat SMS dari BNI CC, ada diskon up to 50% + 10% selama tiga hari di Elektronic Section, Pelangi. Wah, penasaran jg nih..jarang2 ada karna biasanya promo elekronik paling seputar hp dan blackberry doank. Sehabis muter2 di Pondok Indah sm Lady dan Bernad, untuk mencari pemukiman Baru (Ciehh..pemukiman baruu..), kami singgah di ES dengan semagat juang yg tinggi (Abis udh mo rontok semua tulang2 ini stelah mengelilingi PI).

Di ES kami mau membuktikkan apa betul promo tsb sebegitu hebatnya? Dan setelah sampai ke TKP, ternyata cuma diskon 10 %. Oala..Beberapa merk doank yg diatas 10 %, mostly yg kurang terkenal. Dan untuk meyakinkan pembeli, mereka bilang kalau orang Glodok saja belinya ke ES. Is that so? Tapi kalau pinter2 liat barang, walau cuma 10 %, memang harga beberapa barang masih tetap lebih murah dari harga biasanya. Ya..tergantung barangnya jg lah ya.

Bernad sibuk berkutat dengan LCD2 32"nya (beli gak ya..beli gak ya..). Sedangkan aku dan Lady ke bagian HTS (Home Theatre System) karna terhipnotis dengan kualitas suara2 demo yg begitu menggelegar. Bentuk2nya mulai dari mini hts sampe ke mega hts. Harganya mulai dari 2jt-an sampe puluhan juta. Kualitasnya ya.. pasti tau sendiri.

Aku tertarik pada satu brand, yg standnya paling banyak dikerumuni pengunjung saat itu. Suaranya bagus dan tak diragukan lg, tampilan pure black yg keren. Memang waktu itu produknya baru launch sekaligus promo, jd unitnya pun terbatas. Nah, karna promo season itulah, harganya jd lebih terjangkau di kelasnya. The type is as same as below pic.
Bayanganku saat itu, kalau aku beli hts, apa kamar kosku yg tak seberapa itu mendukung? Trus mo ditarok dimana barang2 yg lain? (kek banyak aj..). Pemikiran untuk memutuskan jadi dibeli atau tidak membutuhkan waktu satu hari. Is it important for me at this time? Gak buang2 uang? Kalo beli yang lain aj gmn, toh kamu jg sudah punya speaker? Trus mo diletakin dimana?

Aku coba research tentang pertimbangan2nya, dan hasil research lebih besar mengatakan kalau hts tidak terlalu rugi untuk dibeli hitung2 untuk modal mengisi rumah masa depan. Ha3.. Besoknya kami kembali ke ES dan mencoba beberapa fitur lagi sambil membawa laptop buat di-integrate dan coba2. Dan setelah cocok dengan fitur2 dan speknya, langsung bungkus!

Tak sabaran, malam itu juga langsung dipasang. Ini karna si Amrin, tetangga kamarku, yg sudah tak sabaran jg pengen serta merta menyusun dan mendengar aksinya. Thanks anyway Amrino. Kami coba demoin DVD Transformer yang sudah support DTS. Suaranya udah gilak abis..tp diluar tidak begitu kedengaran. Hemn..mantap! Sabtu musti buat acara nonton bareng nih sekosan.
on 26 March 2009
Hari ini ada rencana traktir sepupuku, Riris, di Ce Wei BBQ Restaurant di Wisma Darmala, Sudirman. Kami dine berempat, ada Lady dan Oni. Tadinya pengen ke bilangan Kelapa Gading mengecap sea food, namun karna mo ganti suasana ke nuansa Chinese dan hasrat untuk mencoba roasted pork nya yg tersohor itu, maka Ce Wei dihunjuk sebagai dining place.

Dengan amateur taxi driver, yg hare gene gak tau Wisma Darmala-Sudirman, kami pergi kesana. Sempat kesal sih, bawa taxi kacau banget. Padahal tuh taxi biru harusnya punya driver yg pengalaman. Sekitar jam 6.30 pm akhirnya kami sudah sampai ke TKP. Suasana Chinese sangat kentara dengan tulisan2 cina dan lampion yg bergelantungan. Tapi anehnya, waitressnya gak ada satu pun yg pake kostum cina. Begitu masuk, kami disambut dengan ramah dan langsung dipandu ke sebuah meja coklat dengan bahan kualitas tinggi yang menunjukkan kelasnya. Penggunjungnya ramai dan cuma kami berempatlah yg tidak bermata sipit dan berkulit pucat. He3.. sempat jd pusat sorotan.

Setelah melihat-lihat menu ala carte, kami memesan roasted pork alias babi panggang merah yg gurih manis, pecking duck yg gurih empuk, hot pan yang berisi variasi seafood dan telur dadar, asparagus saos tiram, dan ikan kerapuh pake tahu yang manis2 asem. 

Sambil menunggu pesanan diantar, si waitress menhidangkan "pickle" sebagai kudapan pembuka. Pickle ini adalah singkong yg berasa manis-asam-asin-pedas. Tp karna sudah tau kalau pickle2 ini akan dibayar, maka langsung ku suruh untuk diambil lg. Begitu jg dengan tisu basah yg diletakkan di meja, dianjurkan utk tidak digunakan karna akan dicharge. Untung sudah tau duluan trik2 nya si ce wei. He3.

Order list dicetak tapi yg tertera detail harganya cuma roasted pork, dan kulihat pesanan pork 500 gram, dan untuk harga 1000 gram nya 650 ribu. Sempat "gubrak" juga sih, Is it so expensive? Emang porky nya kek apa sih? Akhirnya menunya datang satu per satu memadati meja kami dan semuanya melambai-lambai sambil berteriak minta dirasai. Semuanya maknyusss!

Sambil bercerita-cerita kami menikmati hidangan enak itu. And slowly but surely akhirnya makanan pun habis. Wah sampe full isi perut, mau meledak rasanya. He3.. hiper sedikit. Sesaat sebelum pulang, bill nya pun diminta. Wew.. tp untungnya ada promo dari CC BCA 50% off. Tinggal swipe.. jadi seharga makan di seafood ayu deh.

Karna besok masih masuk kerja, gak terkena cuti bersama, kami pun langsung pulang. Sampai di kosan Lady sekitar jam 9, itu pun masih lanjut bercerita lagi. 
on 22 March 2009
Hari ini aku berencana membeli tiket pesawat tujuan Medan- Balikpapan (23/04/08) dan Balikpapan - Medan (28/04/08) untuk Tanteku yang di Sumut. Setelah mencari-cari flight schedule mana yang cocok, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan Lion (berangkat) dan Mandala (pulang). Sebenarnya ada perpaduan berbagai maskapai untuk tujuan Mdn - Bpn, misalnya dari Mdn - Jkt (Batavia), Jkt - Bpn (Lion). Namun aku tak mau menggambil resiko jika nanti yg satu delay dari Medan, maka berakibat fatal pada jadwal yg di Jakarta karna tidak continuing flight, jadi tidak saling tunggu menunggu.

Terlebih dahulu aku dan Lady pergi ke head office Mandala Tomang untuk issuing ticket pulang. Mudah sekali prosesnya dan cepat tidak berbelit-belit. Pertanyaan utamaku adalah, "Kalau seandainya pesawat dari Balikpapan delay sehingga mengganggu jadwal keberangkatan dari Jkt - Mdn, apakah Mandala bertanggungjawab dan tiket tidak hangus?" Lalu, dijawab oleh sang agent, "Tentu pak, karna kita continuing flight satu route. Berbeda kalau bapak beli terpisah." Trus, kutanya lagi, "Sekarang saya mau tiket diprint. Apakah bisa diprint lg di Medan sewaktu mau berangkat?". Dijawabnya, "Oh bisa pak, bapak tinggal tunjukkan kode bookingnya di counter kami, nanti akan kami keluarkan tiketnya." Just for sure, siapa tau gak bisa.

Setelah dari tempat itu, malam itu juga kami ke head office Lion Air Gajah Mada, dan langsung menuju ke bagian reservation:
Agent: "Slamat malam, pak. Bisa saya bantu?"
Saya: "Saya mau issue tiket Mdn-Bpn tgl 23 april. Saya sudah punya jadwalnya ..."
Agent: "Baik pak, untuk kelas dan harganya adalah .... Bapak mau bayar dgn tunai atau debit?"
Saya: "Pakai credit card, bisa?"
Agent: "Bisa pak, tapi ini jadwalnya masih lama. Bapak mau ambil tiketnya sekarang?"
Saya: "Nanti saja pas mau berangkat."
Agent: "Oh maaf, tidak bisa pak. Tiket harus diambil maksimal 7 hari dari tanggal pembelian. Setelah itu akan dikenakan biaya lg."
Saya: "Ha?" (Mulai merasa keanehan). "Mas, calon penumpangnya ada di Sumut, masa saya harus kirim tiketnya dengan pos atau tiki?"
Agent: "Kalau begitu, bapak bisa ambil tiketnya yg berbentuk buku di Medan"
Saya: "Ia, tp kamu bilang harus diambil maksimum 7 hari. Masa tante saya yg ada di kampung harus pergi ke Medan cuma utk ambil tiket itu lalu pulang lg. 4 jam perjalanan PP. Kebayang tidak ribetnya kayak apa? Yang seharusnya bisa dicetak sewaktu mau berangkat."
Saya: "Nah, bagaimana lg kalau tiketnya rusak/basah atau hilang atau ketinggalan entah dimana? Seharusnya kan saya bisa dgn hanya memberitahu kode booking di airport lalu tiket diprint ulang toh?"
Agent: "Maaf pak, sistemnya tidak seperti itu. Tiket akan hangus. Untuk itu setelah tiket di print, mohon dijaga dgn baik. Tiket asli hanya bisa dikeluarkan sekali."
Saya: "Loh kok gt? Saya sering menggunakan pesawat dan saya baru akan print ketika saya mau berangkat pada hari yg sama. Baru kali ini saya menemukan sistem seperti ini."
Agent: "Kalau mau yang seperti itu, bapak bayar pake atm, nanti bukti pembayarannya bapak fax ke Medan biar bisa digunakan sewaktu check-in. Dan kalau hilang/rusak bisa di fax lg."
Saya: "Trus, kalau print-out tiketnya gak bisa di fax seperti struk atm?"
Agent: "Maaf pak, itu tidak bisa. Untuk print-out harus yg asli karna distempel dan cuma bisa dikeluarkan disini (Gajah Mada) selainnya berbentuk buku."
Saya: "Trus, kalau di Medan struk atm ditukarkan menjadi bentuk buku bisa?"
Agent: "Bisa pak, dikenakan biaya administrasi 50 ribu."
Saya: "eeehh?" (mulai jengkel dan pengen pulang)
Saya: "Tapi kalau saya bayar lewat atm, harganya masih sama kan?"
Agent: "Maaf tidak pak. Ada biaya administrasi dari banknya sebesar 10 ribu. Tp karna kita menggeluarkan 2 tiket Mdn-Jkt, Jkt-Bpn, jadi bapak dikenakan tambahan 20 ribu."
Saya: "Kok seperti itu ya? Biasa tiket2 yang saya issue online lewat internet harganya tetap sama walaupun saya bayar via atm."

Aku sempat ragu dengan informasi yang diberikan CS agentnya. Siapa tau dia masih baru. Bayangkan ditempat yg sama aku menelepon customer service Lion Air utk memastikan semuanya, dan ternyata informasinya sama demikian.

Saya: "Ya udah, saya booking dulu." (..daripd datang sia2)
Agent: "Baik, kode bookingnya ... Paling lama dibayar tgl 25 jam 12 siang ya pak."

Malam ini aku liat di site Batavia tujuan mdn-bpn utk tgl 23 april. Ada jadwal yang memungkinkan, tp sepertinya harus beli dua tiket. Besok aku mau coba tanya dulu bagaimana sistemnya.

ps. Disini saya bukan mau membanding-bandingkan maskapai, cuma saya kecewa dengan sistem reservasi yang tidak fleksibel sehingga merepotkan customer dan dikenakan additional charge sana sini.
Semoga service Lion Air semakin baik lagi.
on 09 March 2009
Setelah aku resmi lulus S1, walaupun belum diwisuda, I've a plan to take a bigger challenge and to grow my career. Few days ago, I took an interview session in one IT consultant from SG. Gak tau kenapa suasana saat itu, aku begitu deg-deg'an nya ketika harus dihadapkan dengan tiga orang interviewer, dua diantaranya adalah India dan satunya lagi Indo. Mungkin karna sudah gak pernah lagi interview ya, apalagi pertanyaannya pasti technical bgt. Duhh hari gini masih bahas technical? kayak fresh grad aja. Selama proses interview, agak susah menangkap aksen si India bila ngomong Inggris, begitu cepat namun kedengarannya semua sama. Ini India dari belahan mana sih? Namun, tanpa disadari juga, aku bisa nyambung dengan mereka. Sampai pada akhirnya kami semua dalam ruangan itu bisa tertawa dengan lepas.

At the end of the session, kamu tau apa pertanyaan si India? "Are you Christian?" Ha3.. *pikirku dalam hati* Orang India rasisme juga ya. Langsung ku jawab, "Yes. I am Protestant". Ku kira pertanyaan OOT sampai disitu saja. Kemudian disambungnya lagi, "At what church do you used to go here?" Kujawab tanpa pikir panjang, "HKBP". "HKBP? What kind of church is that?" "A protestant batak church", jawabku singkat (gak tau lagi mo ngomong apa). "Oo.. So you are batak?" Ya ialah, masa chinesse (ini gak mungkin diucapkan...he3). 

Akhirnya dia ngomong, "I will let you know the result by today. If my assistent do not call you till 6 pm, it is mean that you are rejected for the first session." Kemudian dia menuntunku keluar dari ruangan. Direct statement kayak gini aku lebih suka dibandingkan dengan harus muluk2 mengatakan, "kami akan menghubingi anda paling lama 2 minggu".

Sore harinya, sekitar pukul 5, di hp ku terdengar nada panggil. Aku yakin bgt kalau ini merupakan jawaban dari test yang pertama. Ternyata betul, asistennya mengatur jadwal test berikutnya langsung interview dengan client di Pondok Indah. Client amrik yang brandnya sudah sangat familiar dikonsumsi oleh masyarkat dunia. Coba tebak apa?

Aku memenuhi panggilan itu, dan seperti sediakala aku lagi-lagi dihadapkan dengan tiga interviewer sejati, yang semuanya adalah technical lead. Kali ini aku betul2 dikeramas. It's all about describing the concept, methodology, technical things, and project management. Hanya ada satu keyword dari kebanyakan pertanyaan, yaitu: how. How, how, and how? dan sepertinya penjelasan akan lebih dihargai lagi kalau bisa di gambarkan di white board.

And finally, the last question was, "Do you have microsoft certification?" Ups.. tanpa keraguan kujawab, "I think I will have one." Ha3.. ngomong "nggak" aj susah bgt. Interview kedua memakan waktu kurang lebih dua jam. Seperti biasa, hasilnya akan diberitahukan lewat call. Kali ini keputusan memakan waktu seminggu. And guess what? They are offering me the job. Yes!

The last session is nego. This is what i've been waiting for. Semua berjalan dengan mulus tanpa keraguan. Walaupun ada benefit yang hilang pada masa sekarang, tapi ada benefit lain yang menutupi. Such as..?

Well, I'll take the challenge. Why not, eh? See you in April.