on 20 February 2007
Finally, hari ini pun datang jua. Kembali, aku masih punya sedikit sisa waktu tuk menuangkan apa yang sudah lama ada dalam celengan hidupku dalam blog ini. Hari demi hari kulalui setelah postingku sebelumnya. Beribu kejadian yang kurasa, tapi tak luput dengan yang namanya "capek" bercampur "puas". Pekerjaan on deadline yang nyaris menggapai titik maksimal di bawah garis batas. Namun, berlahan bisa diselesaikan. Thanks to You.

Sejam lagi kuliah dimulai. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki perkuliahan kembali setelah bekerja kurang lebih satu setengah tahun. Sekelas cuma terdiri dari 22 orang. Selayaknya privat, kelas ini pasti akan terasa lebih tenang dari kelas biasanya yang terdiri dari 30 orang atau lebih. Personilnya didominasi oleh alumni Del (19 orang). Dah kebayang deh suasananya.. Setiap aksi pasti akan disambut dengan suara "Ooow.." atau "Hmnn.."

Masalah yang akan timbul setiap hari, mencari makan malam disekitar lokasi kampus Polman Astra. Yang ada cuma nasi goreng mas Josh Grobak, Siomay, dan lain-lain, yang semuanya tidak kusukai. Gmana ya? Mau bawa bekal makan malam dari kantor juga gk akan ada, kantinnya sudah tutup setelah jam makan siang. Kecuali kalau dapat giliran kuliah di kampus Anggrek, Binus, gk akan kewalahan dah cari-cari makanan.. Rame dan relatif murah meriah.

Aku hampir binggung, semuanya harus betul-betul diatur dengan pasti. Bagaimana caraku membagi waktu yang akan overload ini bisa menampung sumua list schedule mulai hari ini. Ku coba menghitung satu per satu waktu yang biasanya kuhabiskan selama sehari, siapa tau bisa dipangkas abis-abisan.. Eh, setelah melakukan perhitungan pake sampoa (Ha3 rumit banget), waktu yang kugunakan sehari bisa rata-rata 17 jam bangun dan 7 jam tidur atau 18 jam bangun dan 6 jam tidur.

Belum lagi hitung-hitungan biaya hidup di kota Jakarta yang sudah semakin meroket. Dengan banyaknya demand, maka biaya hidupku akan menanjak drastis (100% lebih) mulai Maret 2007. Penambahan biaya yang paling menonjol ada pada cicilan kuliah dan lain-lain. Hehehe.. taunya nyicil euy!

Okay, aku berangkat dulu yak..
Life is about choises! Wanna luck, go get it! If you dont, just sleepzzzz...
on 30 January 2007
Pernah gk mencoba untuk menghitung waktu yang sudah kamu habiskan selama sehari untuk bekerja? Ditambah dengan berapa lama waktu yang kamu habiskan selama di jalan? Trus berapa lama waktu yang kamu gunakan sebelum tidur? Dan berapa lama waktu yang kamu gunakan setelah bangun sebelum berangkat kerja?

Selama memasuki "real world", terlibat berbagai project, aku merasakan working hours yang berbeda. Coz, it's depends on the client and the deadline. Contohnya saja sekarang, aku bekerja mulai jam 08 sampai 19 (at least 10 jam sehari). Pulang ke kosan sudah memakan waktu 1 jam (sudah jam 20). Makan malam, mandi, dsb memakan waktu 1 jam (sudah jam 21). Go to bed sekitar jam 23. Jadi aku cuma punya waktu 2 jam untuk bersantai sebelum tidur. Dua jam ini biasanya kugunakan membaca, mendengar musik, ngobrol dengan teman sekosan, atau ngemil. Asal jangan bengong2 tak menentu lah karna bisa mengundang imajinasi yg gk jelas arah (Marangan-angan kalo istilahnya di bah.Batak).


Jam 06 Pagi aku harus bangun, dan mempersiapkan segala kebutuhan untuk berangkat kerja jam 07. Selang satu jam itu, 20 menit diantaranya kugunakan untuk menikmati waktu yang sedikit itu dengan merasakan hangatnya segelas teh manis dicampur roti tawar. Melihat aksi ini, tadi pagi seorang teman menghampiriku dan mengatakan, "Enak kalilah kau, Nieng. Kurang apalagilah kau ya.." Aku hanya menjawabnya, "Hidup itu harus dinikmati". Aku sangat yakin bahwa dia belum sadar akan betapa berharganya setiap detik, menit yang dia lalui.
But soon, aku akan semakin menghitung waktu jika aku nanti jadi meneruskan kuliahku, maka waktu santaiku pun akan semakin termakan oleh rutinitasku.

Dalam pekerjaan pasti kita dituntut untuk bekerja secara timeline dan tidak santai-santai, nah, kenapa gk kita aj yang berusaha membuat diri kita senang. Ya gk? Kalau bukan kita yang bisa buat senang, lantas siapa lagi?


Life is beautiful, guys. Enjoy it!

on 17 January 2007
Kamu pasti pernah dengar atau bahkan sudah baca buku best seller karya Stephen R.Covey, The 7 Habits of Highly Effective People, yang sekarang sudah menjadi 8 Habits. Selain itu, sudah berapa banyak buku motivasi, pengembangan diri, atau kiat-kiat sukses yang pernah kamu baca selama ini? Dan adakah pengaruhnya yang kuat dalam peningkatan kualitas hidup kamu? Atau justru hanya "buku dongeng pelipur lara" yang dibaca ketika kamu lagi down? Atau malah biar dilihat orang baca buku best seller?

Buku yang baru saja kubaca, sampai saat ini belum terkategori sebagai best seller. Namun, selama yang aku baca, buku karya Darmadi Darmawangsa & Imam Munadhi dengan judul "Fight Like a Tiger, Win Like a Champion" gak kalah dengan karangan Stephen. Secara buku ini ditulis dalam bahasa Indonesia sehari-hari, pasti lebih mudah diresap dan dipahami. Dan dengan melibatkan contoh-contoh general yang rata-rata dihadapi semua umat, aku commit menyatakan buku ini pas buat aku. Buku ini masih tergolong baru karena direlease Agustus 2006.

Awalnya aku iseng lihat-lihat buku di Gramed dan menemukan bahwa persediaan buku ini di rak tinggal 1. Sepintas aku hanya melihat covernya saja yang terbungkus dengan plastik tanpa label harga. Begitu kutanya berapa harga buku ini, ternyata cukup murah untuk dikonsumsi. Buku ini adalah sebuah Peta Rahasia bagi siapa saja yang ingin menemukan jalan menuju peningkatan kualitas hidup secara signifikan dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Melalui 8 rahasia inti menuju performa puncak dalam buku ini, kamu akan memahami jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut:

“Apa rahasia di balik fenomena sukses-gagal?”
“Bagaimana mempersiapkan dan mewujudkan hidup yang lebih berkualitas?”
“Bagaimana merespons perubahan hidup secara positif dan konstruktif?”
“Bagaimana menemukan strategi jitu dalam merespons setiap kegagalan?”
“Apakah ‘benang merah’ yang membedakan antara para juara dengan mereka yang bermimpi menjadi juara?”
“Bagaimana menemukan dan mendayagunakan kekuatan dahsyat yang bersemayam dalam diri Anda?” dan sebagainya.

Seluruh isi buku merupakan panduan strategis, taktis, dan praktis bagi setiap pembacanya untuk menyelami perinsip-perinsip universal tentang kesuksesan yang berlaku sepanjang masa, karena sesungguhnya… “THERE’S NO SHORT CUT TO SUCCESS!". (Kesannya aku ini seperti tim promosi aja.. he3)

Sayangnya buku ini aku tinggalkan di rumah, di Siantar. Jadi bagi siapa yang mau pinjam, niatnya diurungkan dulu.

on 03 January 2007
BEJ.. BEJ..BEJ.. alias Jakarta Stock EXchange.
Kinilah waktunya daku memasuki dunia perbursa-efekan (gini gk sih nulisnya?). New Project membuat e-reporting di BEJ. Salah satu project elite di jatis, harganya 2,5 M bok! Index beritanya bisa dilihat disini. Kemarin tim kami sudah digembleng (training) slama dua hari dan sepertinya tim ini cukup solid untuk meng-handle project ini. Masa sih? Ada aku, Alex, Tomy, Agus, Welly, Anvid, Albertus, Wiwin, dan Imelda Roswara (kok bisa ketemu lagi ya ini bocah berdua). Dunia memang sudah smakin sempit.

Mulai besok nih, Kamis, tim udah mulai bertempur di JSX. Kan enak tinggal sekali naik busway dari Senen, yah kayak di Bapindo kemarin lah. Secara aku pergi pagi dan pulang malam, rasa-rasanya waktu aktifku sudah hampir tertelan semua. Pulang cepat juga percuma, apa yang mo dikejar di kosan. Tembok yang membisu??? Lagian pulang cepat juga ujung-ujungnya sejam kemudian di kosan. Mana harus ngantri di HCB yg super padat dan puanass lagi. No..no..no.. Ceritanya, kita dikasih meal dan perdiem juga loh, tp gk sebesar di inco dulu. Yang paling enak tuh mealnya, All You Can Eat, bok! Wahh.. gk sperti dulu di Fujitsu harus bawa bekal. Apalagi kalo setiap kali aku tutup project (udh 4x), kan aku buat nego lagi. Yuhuuu.. "Sayang anak - sayang anak" (gk nyambung).

Yang keselnya itu, dresscode untuk cowok harus kemeja lengan panjang and 'No Jeans'. Untung-untung gk disuruh pake dasi kayak karyawan BEJ.
on 22 December 2006
Hari ini aku begitu semangattt. Yes, YEs, YeS! (sambil mengepalkan tangan) Karena hari ini adalah hari terakhirku di Jakarta yang penuh hirukpikuk, kemacetan, polusi, tukang copet, dsb. Besok subuh aku dan teman-teman meninggalkan kosan dan berangkat menuju Cengkareng untuk terbang ke Medan. Pulang ke kampung halamanku di Siantar menjumpai mama, dan saudaraku tercinta. Hey.. bagaimana kabar kalian semua??? Hanya tuk satu tujuan yaitu merayakan Natal dan Tahun Baru bersama mereka. Jika ada kegiatan lain, itu hanya merupakan embel-embel mengisi waktu kosong (what? waktu kosong, emang ada?).

Hari yang sama pula teman lamaku waktu SMU pulang juga ke Siantar, cuma mereka terbang malam sedangkan aku pagi. Akhirnya kami diketemukan lagi di Siantar setelah dipisahkan oleh rentang jarak yg ber mil-mil dan waktu beberapa tahun. Kami sudah menyusun planning selama liburan for private member only. Pokoknya full scheduled lah, guys. Kesini - kesitu - kesana - kemari. Capee dee.. Hahaha.


Sudah tak tahan lagi menunggu hari esok. Tak bisa terbayangkan, apakah aku bisa tidur malam ini. Bukan karna apa-apa, tapi aku belum packing sih. Hehehe. Tapi tinggal masukin aj kok, karna seminggu ini aku sibuk dengan urusan project dan document closing, trainning, serta mencuci dan menggosok setelah pulang kerja. Urusan packing-mempacking mah udah biasa kale..(emang TiKi?)


Mungkin selama holiday season, blog ini akan jarang ku update. Sori.. sori for my maniac blog readers. Kalo ada waktu, nanti aku singgah buat cerita deh, yah..


Okay deh, Met Natal dan Taon Baru yo..

May His love surround you, protect you and be with you on Christmas and always!

on 18 December 2006
Bangun kesiangan, untung ngantornya di Bapindo. Melenggang masuk ke ruangan sendiri tanpa dosa. Coba tadi kalo di Jamsostek, bisa kena penggal aku. Masuk jam berapa aj, asal pulangnya jam 15.30 wib. Gila benerr.. Gmn masuk gk kesiangan, wong sebelum ngantor ngurus rekening dulu di bank-bank. Ya..ginilah kalo mo pulkam, hal-hal yang menyangkut duit itu sangat mandatory.

Pulang dengan membawa beberapa pasang songket sutera, beberapa sudah ku kirim melalui TiKi ke rumah sanak familiku di Tebing, Riau, Samarinda, dan Kupang. Itupun sudah menghabiskan sekali THR. Dan ku tak perlu merasa kecewa, setelah ku dengar kabar gembira dari mbak Misma kalo aku kebagian THR setelah setahun di Inco dan akan cair hari Selasa besok. Oh, I'm so blessed.

Kemarin aku mendapat telp dari kakakku, mereka akan datang ke Jakarta tanggal 21 Des bersama dengan mike, my only cute bere. Transit di Jakarta selama semalam karena keesokan paginya akan berangkat lagi ke Surabaya kemudian ke Kupang. Seperti biasa mereka akan bermalam di Hotel Sheraton, Cengkareng. Yuhuu.. jumpa lagi di Jakarta. Kira-kira mereka bawa pesananku gk ya?

Oh ya, ada yang mau beli songket sutera untuk oleh-oleh gk? Aku punya langganan nih, bisa di order by phone. Coraknya bisa dilihat-lihat dulu. Yang klasik tuh cakep-cakep lho.. Harganya mulai 350rb satu pasang untuk pria-wanita. Jangan bawa yang aneh-aneh dah, kan lucu kalo misalnya bawa sepatu or pakaian, macam sales dor to dor aje..
on 14 December 2006
Spontan aku tersentak ketika pendengaranku dikejutkan dengan alarm gedung yg tiba-tiba bunyi. Semua penghuni gedung kucar-kacir mendengar sang operator meminta harus turun menggunakan tangga manual. Turun tangga dari lantai 22 sudah tak terpikirkan lagi capeknya. Setelah di bawah semua sucurity bungkam, tak memberitahukan penyebab alarm sampe bunyi. (ya ia lah.. nanti semua pada gk serius. Inikan simulasi doang). Ternyata semua ini hanya latihan acting, Simulasi Penyelamatan Kebakaran di Menara Bapindo. Dulu aku pernah ngalami gini di Menara Jamsostek. Waktu itu karena alasan Simulasi Gempa harus turun tangga dari lantai 19.

Tapi di Bapindo lucu loh beda dengan yg kualami di Jamsostek, jadi ketika semua sudah turun di bawah, masing-masing perusahaan membentuk kelompok. Ada ketua regunya pake bendera atau alat penanda dengan berbagai tulisan mis. inco, citibank, bank mandiri, dsb. Mereka lengkap dengan helm, baju penyelamat, dan pluit yg kemudian mendata karyawannya. Trus masing-masing kelompok harus mencoba memadamkan kobaran api yang ada di drum. Jadi kayak main game gt. Para wanitanya hanya bisa berteriak-teriak dan tepuk tangan menyemangati. Hehehe.. Setelah itu, ntah karna angin apa sehingga kami makan bareng di Ratu Plaza. Ini baru pulang nih, ngantukkhhh..