on 26 March 2009
Hari ini ada rencana traktir sepupuku, Riris, di Ce Wei BBQ Restaurant di Wisma Darmala, Sudirman. Kami dine berempat, ada Lady dan Oni. Tadinya pengen ke bilangan Kelapa Gading mengecap sea food, namun karna mo ganti suasana ke nuansa Chinese dan hasrat untuk mencoba roasted pork nya yg tersohor itu, maka Ce Wei dihunjuk sebagai dining place.

Dengan amateur taxi driver, yg hare gene gak tau Wisma Darmala-Sudirman, kami pergi kesana. Sempat kesal sih, bawa taxi kacau banget. Padahal tuh taxi biru harusnya punya driver yg pengalaman. Sekitar jam 6.30 pm akhirnya kami sudah sampai ke TKP. Suasana Chinese sangat kentara dengan tulisan2 cina dan lampion yg bergelantungan. Tapi anehnya, waitressnya gak ada satu pun yg pake kostum cina. Begitu masuk, kami disambut dengan ramah dan langsung dipandu ke sebuah meja coklat dengan bahan kualitas tinggi yang menunjukkan kelasnya. Penggunjungnya ramai dan cuma kami berempatlah yg tidak bermata sipit dan berkulit pucat. He3.. sempat jd pusat sorotan.

Setelah melihat-lihat menu ala carte, kami memesan roasted pork alias babi panggang merah yg gurih manis, pecking duck yg gurih empuk, hot pan yang berisi variasi seafood dan telur dadar, asparagus saos tiram, dan ikan kerapuh pake tahu yang manis2 asem. 

Sambil menunggu pesanan diantar, si waitress menhidangkan "pickle" sebagai kudapan pembuka. Pickle ini adalah singkong yg berasa manis-asam-asin-pedas. Tp karna sudah tau kalau pickle2 ini akan dibayar, maka langsung ku suruh untuk diambil lg. Begitu jg dengan tisu basah yg diletakkan di meja, dianjurkan utk tidak digunakan karna akan dicharge. Untung sudah tau duluan trik2 nya si ce wei. He3.

Order list dicetak tapi yg tertera detail harganya cuma roasted pork, dan kulihat pesanan pork 500 gram, dan untuk harga 1000 gram nya 650 ribu. Sempat "gubrak" juga sih, Is it so expensive? Emang porky nya kek apa sih? Akhirnya menunya datang satu per satu memadati meja kami dan semuanya melambai-lambai sambil berteriak minta dirasai. Semuanya maknyusss!

Sambil bercerita-cerita kami menikmati hidangan enak itu. And slowly but surely akhirnya makanan pun habis. Wah sampe full isi perut, mau meledak rasanya. He3.. hiper sedikit. Sesaat sebelum pulang, bill nya pun diminta. Wew.. tp untungnya ada promo dari CC BCA 50% off. Tinggal swipe.. jadi seharga makan di seafood ayu deh.

Karna besok masih masuk kerja, gak terkena cuti bersama, kami pun langsung pulang. Sampai di kosan Lady sekitar jam 9, itu pun masih lanjut bercerita lagi. 
on 22 March 2009
Hari ini aku berencana membeli tiket pesawat tujuan Medan- Balikpapan (23/04/08) dan Balikpapan - Medan (28/04/08) untuk Tanteku yang di Sumut. Setelah mencari-cari flight schedule mana yang cocok, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan Lion (berangkat) dan Mandala (pulang). Sebenarnya ada perpaduan berbagai maskapai untuk tujuan Mdn - Bpn, misalnya dari Mdn - Jkt (Batavia), Jkt - Bpn (Lion). Namun aku tak mau menggambil resiko jika nanti yg satu delay dari Medan, maka berakibat fatal pada jadwal yg di Jakarta karna tidak continuing flight, jadi tidak saling tunggu menunggu.

Terlebih dahulu aku dan Lady pergi ke head office Mandala Tomang untuk issuing ticket pulang. Mudah sekali prosesnya dan cepat tidak berbelit-belit. Pertanyaan utamaku adalah, "Kalau seandainya pesawat dari Balikpapan delay sehingga mengganggu jadwal keberangkatan dari Jkt - Mdn, apakah Mandala bertanggungjawab dan tiket tidak hangus?" Lalu, dijawab oleh sang agent, "Tentu pak, karna kita continuing flight satu route. Berbeda kalau bapak beli terpisah." Trus, kutanya lagi, "Sekarang saya mau tiket diprint. Apakah bisa diprint lg di Medan sewaktu mau berangkat?". Dijawabnya, "Oh bisa pak, bapak tinggal tunjukkan kode bookingnya di counter kami, nanti akan kami keluarkan tiketnya." Just for sure, siapa tau gak bisa.

Setelah dari tempat itu, malam itu juga kami ke head office Lion Air Gajah Mada, dan langsung menuju ke bagian reservation:
Agent: "Slamat malam, pak. Bisa saya bantu?"
Saya: "Saya mau issue tiket Mdn-Bpn tgl 23 april. Saya sudah punya jadwalnya ..."
Agent: "Baik pak, untuk kelas dan harganya adalah .... Bapak mau bayar dgn tunai atau debit?"
Saya: "Pakai credit card, bisa?"
Agent: "Bisa pak, tapi ini jadwalnya masih lama. Bapak mau ambil tiketnya sekarang?"
Saya: "Nanti saja pas mau berangkat."
Agent: "Oh maaf, tidak bisa pak. Tiket harus diambil maksimal 7 hari dari tanggal pembelian. Setelah itu akan dikenakan biaya lg."
Saya: "Ha?" (Mulai merasa keanehan). "Mas, calon penumpangnya ada di Sumut, masa saya harus kirim tiketnya dengan pos atau tiki?"
Agent: "Kalau begitu, bapak bisa ambil tiketnya yg berbentuk buku di Medan"
Saya: "Ia, tp kamu bilang harus diambil maksimum 7 hari. Masa tante saya yg ada di kampung harus pergi ke Medan cuma utk ambil tiket itu lalu pulang lg. 4 jam perjalanan PP. Kebayang tidak ribetnya kayak apa? Yang seharusnya bisa dicetak sewaktu mau berangkat."
Saya: "Nah, bagaimana lg kalau tiketnya rusak/basah atau hilang atau ketinggalan entah dimana? Seharusnya kan saya bisa dgn hanya memberitahu kode booking di airport lalu tiket diprint ulang toh?"
Agent: "Maaf pak, sistemnya tidak seperti itu. Tiket akan hangus. Untuk itu setelah tiket di print, mohon dijaga dgn baik. Tiket asli hanya bisa dikeluarkan sekali."
Saya: "Loh kok gt? Saya sering menggunakan pesawat dan saya baru akan print ketika saya mau berangkat pada hari yg sama. Baru kali ini saya menemukan sistem seperti ini."
Agent: "Kalau mau yang seperti itu, bapak bayar pake atm, nanti bukti pembayarannya bapak fax ke Medan biar bisa digunakan sewaktu check-in. Dan kalau hilang/rusak bisa di fax lg."
Saya: "Trus, kalau print-out tiketnya gak bisa di fax seperti struk atm?"
Agent: "Maaf pak, itu tidak bisa. Untuk print-out harus yg asli karna distempel dan cuma bisa dikeluarkan disini (Gajah Mada) selainnya berbentuk buku."
Saya: "Trus, kalau di Medan struk atm ditukarkan menjadi bentuk buku bisa?"
Agent: "Bisa pak, dikenakan biaya administrasi 50 ribu."
Saya: "eeehh?" (mulai jengkel dan pengen pulang)
Saya: "Tapi kalau saya bayar lewat atm, harganya masih sama kan?"
Agent: "Maaf tidak pak. Ada biaya administrasi dari banknya sebesar 10 ribu. Tp karna kita menggeluarkan 2 tiket Mdn-Jkt, Jkt-Bpn, jadi bapak dikenakan tambahan 20 ribu."
Saya: "Kok seperti itu ya? Biasa tiket2 yang saya issue online lewat internet harganya tetap sama walaupun saya bayar via atm."

Aku sempat ragu dengan informasi yang diberikan CS agentnya. Siapa tau dia masih baru. Bayangkan ditempat yg sama aku menelepon customer service Lion Air utk memastikan semuanya, dan ternyata informasinya sama demikian.

Saya: "Ya udah, saya booking dulu." (..daripd datang sia2)
Agent: "Baik, kode bookingnya ... Paling lama dibayar tgl 25 jam 12 siang ya pak."

Malam ini aku liat di site Batavia tujuan mdn-bpn utk tgl 23 april. Ada jadwal yang memungkinkan, tp sepertinya harus beli dua tiket. Besok aku mau coba tanya dulu bagaimana sistemnya.

ps. Disini saya bukan mau membanding-bandingkan maskapai, cuma saya kecewa dengan sistem reservasi yang tidak fleksibel sehingga merepotkan customer dan dikenakan additional charge sana sini.
Semoga service Lion Air semakin baik lagi.
on 09 March 2009
Setelah aku resmi lulus S1, walaupun belum diwisuda, I've a plan to take a bigger challenge and to grow my career. Few days ago, I took an interview session in one IT consultant from SG. Gak tau kenapa suasana saat itu, aku begitu deg-deg'an nya ketika harus dihadapkan dengan tiga orang interviewer, dua diantaranya adalah India dan satunya lagi Indo. Mungkin karna sudah gak pernah lagi interview ya, apalagi pertanyaannya pasti technical bgt. Duhh hari gini masih bahas technical? kayak fresh grad aja. Selama proses interview, agak susah menangkap aksen si India bila ngomong Inggris, begitu cepat namun kedengarannya semua sama. Ini India dari belahan mana sih? Namun, tanpa disadari juga, aku bisa nyambung dengan mereka. Sampai pada akhirnya kami semua dalam ruangan itu bisa tertawa dengan lepas.

At the end of the session, kamu tau apa pertanyaan si India? "Are you Christian?" Ha3.. *pikirku dalam hati* Orang India rasisme juga ya. Langsung ku jawab, "Yes. I am Protestant". Ku kira pertanyaan OOT sampai disitu saja. Kemudian disambungnya lagi, "At what church do you used to go here?" Kujawab tanpa pikir panjang, "HKBP". "HKBP? What kind of church is that?" "A protestant batak church", jawabku singkat (gak tau lagi mo ngomong apa). "Oo.. So you are batak?" Ya ialah, masa chinesse (ini gak mungkin diucapkan...he3). 

Akhirnya dia ngomong, "I will let you know the result by today. If my assistent do not call you till 6 pm, it is mean that you are rejected for the first session." Kemudian dia menuntunku keluar dari ruangan. Direct statement kayak gini aku lebih suka dibandingkan dengan harus muluk2 mengatakan, "kami akan menghubingi anda paling lama 2 minggu".

Sore harinya, sekitar pukul 5, di hp ku terdengar nada panggil. Aku yakin bgt kalau ini merupakan jawaban dari test yang pertama. Ternyata betul, asistennya mengatur jadwal test berikutnya langsung interview dengan client di Pondok Indah. Client amrik yang brandnya sudah sangat familiar dikonsumsi oleh masyarkat dunia. Coba tebak apa?

Aku memenuhi panggilan itu, dan seperti sediakala aku lagi-lagi dihadapkan dengan tiga interviewer sejati, yang semuanya adalah technical lead. Kali ini aku betul2 dikeramas. It's all about describing the concept, methodology, technical things, and project management. Hanya ada satu keyword dari kebanyakan pertanyaan, yaitu: how. How, how, and how? dan sepertinya penjelasan akan lebih dihargai lagi kalau bisa di gambarkan di white board.

And finally, the last question was, "Do you have microsoft certification?" Ups.. tanpa keraguan kujawab, "I think I will have one." Ha3.. ngomong "nggak" aj susah bgt. Interview kedua memakan waktu kurang lebih dua jam. Seperti biasa, hasilnya akan diberitahukan lewat call. Kali ini keputusan memakan waktu seminggu. And guess what? They are offering me the job. Yes!

The last session is nego. This is what i've been waiting for. Semua berjalan dengan mulus tanpa keraguan. Walaupun ada benefit yang hilang pada masa sekarang, tapi ada benefit lain yang menutupi. Such as..?

Well, I'll take the challenge. Why not, eh? See you in April.
on 03 February 2009
Kemarin merupakan hari yang bersejarah bagiku, ketika aku harus menghadapi Ujian Pendadaran alias sidang skripsi S1. Persiapanku dan Lady begitu singkat. Tidak lebih dari seminggu. Penyususanan skrispsinya sendiri kurang dari tiga bulan.

Hujan deras pagi itu, tidak setitik pun mengalahkan semangatku untuk pergi ke Binus Anggrek, Kebon Jeruk. Sedari malam sampai dengan pagi, hujan deras tak henti-hentinya membasahi alam kota Jakarta. Rencana sudah kutetapkan kemarin malam. Aku dan Lady akan menggunakan taxi, jika hujan tidak kunjung reda. Notebook dan dokumen diletakkan dalam tas ransel, sedangkan pakaian dan perlengkapan lain dibawa dalam tas plastik. Hari itu jalanan macet sekali. Di beberapa ruas jalan kendaraan harus merayap sayap. Sampai pada akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri sewa taxi ditengah2 kemacetan dan hujan deras, dan mulai menapakkan kaki sampai ke Binus. Sesampainya, langsung kucari kamar ganti untuk bersalin dengan kostum putih hitam dan dasi. (Kusadari bahwa payungku hilang disini).

Aku dan Lady langsung menuju ruangan, melatih beberapa bagian presentasi dan setting infocus. Dosen penguji datang dan mulai melakukan pendadaran pada kelompok pertama. Untungnya kami berada kelompok kedua, sehingga waktu persiapan bisa lebih banyak. Giliran kami pun tiba, mempresentasikan hasil analisis dan perancangan selama skripsi. Untunglah perasaan deg-degan dan takut mulai berkurang. Segala proses berjalan dengan lancar sampai akhirnya salah seorang dari penguji mengatakan, "Selamat, Anda Lulus!" Perasaan senang bercampur sedih menyelimuti diriku saat itu. Yes, we did it! Perjuangan kurang lebih dua tahun pun telah selesai. Now What? We are now S.kom, right? Lulus Sarjana Komputer, bukan Sumbu Kompor ya, He3. Demikian nama dan gelar baruku :) 

Daniel H. Sibarani A.md, S.Kom.

Maklum la, agak narsis sedikit. It's bcos I spent many efforts on this. Do you know how difficult it was to share the time and task while working in Jakarta? You need to deal also with your boss and the client where you work with. Besides, if you send yourself to the lecture, saving money to pay for tuition is a must.

Setelah aku resmi diberitakan lulus oleh dosen penguji, berita baik ini langsung diproklamasikan ke semua anggota keluarga. Semuanya ikut senang dan memberikan selamat. Thank you.. Thank you.. Hari itu kami langsung cari makan. Sesuatu yang mengandung "pork".. Ha3..Dasar! Apa hubungannya?

Wisudanya kapan ya? Pertanyaan itu pernah ku lontarkan sebelum sidang. Dengan PeDe nya merasa udah pasti lulus. "Mungkin sekitar bulan Juni, pak". Yah, udah basbang dong ya.. kok sampai selama itu? Wes lah, bisa lulus aja udah syukur.

Special Thanks to my lovely mome, brother, and sisters. You are the great supporters ever. And above all, Thanks to You, God. This is all Your will.
on 17 December 2008

Casa Per Natale

Tak terasa sudah menjelang Natal. Ini sudah minggu ketiga bulan Desember, bulan favorit setiap tahun. Karna selain ada Natal, ada juga Tahun Baru yang datang 6 hari setelah Natal. Dan tak luput pula dengan acara pulkamnya (wajib ini). Kalau udah menjelang Natal, pasti ingat kampung halaman, ingat keluarga, ingat suasana silaturahminya, dan ingat kuliner khas kampung halaman. Bulan ini entah kenapa hari cuti bersamanya cukup banyak, dan baru tahun ini aku pulang agak cepat, tidak seperti 2 tahun belakangan. Untuk itu, biar PUAS rasanya dan suasana holidaynya dapet, semua project-project di kantor harus dilupakan untuk sementara.

Banyak sekali nostalgia Natalan yang kurasakan di kampung sana, sak dari kecil sampe sekarang ini. Kegiatan rutin yang kami lakukan sekeluarga biasanya ke gereja bareng, baru mengunjungi sanak famili. Untuk lima tahun belakangan ini, kami berjiarah ke makam bapak. Dulu, waktu pohon terang (pohon natal) masih ada, di awal Desember kami sudah menggeluarkannya dari tempat peraduannya (atas lemari). Kalo udah begini biasanya kakakku pasti yang paling heppot masang & dekor. Sementara aku berperan sebagai asisten bantu2. Kalo pohon terangnya masih keliatan daunnya (masih polos) kayaknya belum puas rasanya. Sampe semua digantungin pokoknya, barulah agak terasa, apalagi udah hidup lampu2nya. Ha3. Yang paling kuingat juga adalah kartu-kartu natal dari saudara dan teman-teman kita tumpukin di kaki pohon natalnya, dalam posisi berdiri dan terbuka sedikit, biar agak rame gitu. Ha3..Karena kita ga dapet kado ya.. kado-kado imitasi pun dibuatlah dari karton-karton atau kotak sepatu. Sampe susah kalo mau nyapu. Belum lagi lagu-lagu Natal yang juga dikeluarkan dari peradangannya (maklumlah setaun sekali baru dipasang). Kalo mama sendiri sudah mulai repot masak-masak untuk dibagi-bagi ke sodara. Kami juga pasti ikut bantu mengupasi bumbu2nya, membersihkan, memotong2, dan sesekali diarahkan meliat status masakan. Suasana kekeluargaan sungguh terasa.

Dulu kalo malam 31, kami selalu berkumpul ditempat opung untuk mengadakan acara tahun baru keluarga. Sore menjelang malam biasanya rumah itu sudah mulai ramai. Pakaian sudah rapi bersih dan harum-harum. Yang namanya anak-anak paling seneng keramaian apalagi ketemu dengan teman-temannya yang seusianya. Dan mulailah dengan aksinya masing-masing, yang berakhir dengan parbadaan alias kericuhan. Itu sekelumit kenangan Natal dan taon baru di kampung halamanku.

Sayang sekarang kondisinya tidak sama lagi. Selain kakak yang sudah menikah sehingga sudah merayakannya bersama keluarganya, dan kondisi lingkungan tempat tinggal yang sekarang sudah tidak seperti masa kanak-kanak dulu. Tapi makna Natal dan Taon Baru itu sendiri tidak pernah hilang dari benakku.

Season's Greetings for you all.. Hope everyone has a wonderful holiday and Merry Christmas!
on 21 October 2008
Sebenarnya sudah nyaris dua minggu terakhir kupantau pergerakan harga tiket penerbangan Jakarta-Medan-Jakarta. Aku kurang tau kenapa belakangan ini harga tiket penerbangan tidak seperti biasanya. Idealnya, kalau memesan jauh-jauh hari (mis. 3 bulan sebelum), pasti dapat harga yg lebih murah. Tapi kini beda, gak seperti tahun2 sebelumnya. Apakah ini dampak hilangnya maskapai Adam Air dari dunia penerbangan indo? Sehingga penjualannya tidak se-competitive yg dulu lg? Atau pengaruh krisis di US, menyebabkan nilai tukar rupiah melemah? Gak tau lah.

Yang pasti Air Asia yg biasanya heboh dengan slogan "Pesan Jauh-jauh Hari" nya kini hampir tak kelihatan lg. Batavia dan Lion dengan harga yang bersaing dgn GIA. Sedangkan Mandala yang setiap beberapa menit meng-update harga. Harus rajin2 nih, ngeklik2

Pagi ini iseng-iseng liat lg, online reservesionnya Mandala. Masih mahal juga. Begitu pula dgn yg lainnya. Tapi selang 1 jam kemudian dicoba lg.. Eitts..harga tiket Mandala betul2 turun. Kebetulan ada harga tiket murah, basic farenya 218.182 (Promo). Lumayan juga nih *dalam hati*. Gak pake pikir panjang langsung kupesan untuk 2 seat, aku dan Lady. Karna ongkos returnnya masih mahal, aku masih beli tiket brangkatnya aja dulu. Siapa tau ada keberuntungan lagi pas mesan tiket pulang ke Jakarta.

Btw, setelah liat detail flightnya, ternyata transit di Batam dulu kurang lebih 2 stengah jam. Lumayan juga nih, jalan2 bentar ke tempat bang David, abangnya Lady. Atau ke Batam Center, beli kacang campur nambahi koleksi oleh2. Apa mungkin ya ke Barelang? gak sempat kalee.. Ya wes.. beli 1 tiket dapat 2 destinasi yg berbeda sudah puaslah. Blom pernah nginjak Batam soalnya. Jarang2 bisa dua stengah jam transit.

See..harga promo tgl 22 Des 2008.

on 26 September 2008
Lebaran holiday is coming, 30 Sept(Tue) - 03 Oct (Fri) as it is officially announced by the HRD. It's gonna be 4 days of jobless day. Hwa.. 4 days! Will get a leave also on Monday, 29, so it completely 9 days of holiday (including 2 days saturday and sunday). This is rarely happen in a year, even in 5 years. Once ini pernah terjadi di tahun 2001, bener gak sih tahunnya? Waktu itu lebaran dan natal berdekatan pada bulan Desember. Liburan sekolah yg panjang skali.

Pernah sekali ku nikmati libur lebaran di Jakarta. Suasananya cukup sepi dan bebas macet. Jadi kalo libur lebaran, bagi yg tidak mudik, menurutku jangan keluar kota. Jangan sia-siakan pemandangan dan suasana Jakarta yang tenang. Kapan lagi liat Jakarta dengan jalan lempang dan bebas polusi. Emang kalo lebaran jalan2 di Jakarta mo kemana aj ya?

Yaa..sekedar menikmati kelegaaan duduk di busway karna mendapat seat saja udah cukup. Wong biasanya dapat duduk aj susahnya stengah mati. Dengan ongkos Rp 3500 (ini yg terakhir aku tau) bisa mengitari garis2 besar ibukota Indonesia. Itu harga sudah PP loh kalo gak mau sampe turun di terminalnya. Kalo gak..bisa jg menikmati kuliner pecinan di mangga besar. Kalo mau yg haram2, sperti lapciong, mi goreng bak, sate bak, bubur bak, bakpau, dan variasi bak2 yg lain, berkunjunglah kesini. Di daerah pulo mas jg ada tuh, tp yg di sumur batu ada yg lebih ekonomis.

Kalo mau meng-intertain diri sendiri sambil bermalas2an boleh jg.. Nih, beli DVD plus snack dan soft drink seabrek. Nonton sambil ngemil tuh sampe ngorok. He3. Tp kalo yg ini bisa bikin kenaikan berat badan drastis, tidak sehat. Pagi-pagi bisa joging ke Senayan, ato ke Menteng, dan Monas. Kalo mo shopping murmer.. pergi aj ke warehouse senayan atw kawasan niaga sudirman. Disana ada baju2 brended yg murmer. Ya pinter2 buat planning la.. gmn cara biar liburan ini betul2 memanjakan diri. But i'd prefer kuliner the most.

Yang penting kendurkan urat2 syaraf yg slama ini udah mulai kaku.

Okay, overall..Selamat hari lebaran buat yg merayakannya.